Tuesday, June 2, 2026

Panduan Kalibrasi Sistem Roda Gigi Magnet (Trigger Wheel) Universal untuk ECU OSO Standalone Berbasis Mikrokontroler

Dalam membangun ECU standalone kustom (seperti berbasis ESP32, ESP32-S3, atau Speeduino), penentuan parameter fisik magnet (trigger wheel) adalah hal paling krusial agar mikrokontroler dapat mendeteksi posisi piston secara presisi [CDI:213].
Berikut adalah rangkuman data seting parameter input untuk berbagai jenis magnet motor populer di Indonesia yang bisa dikonfigurasi secara universal lewat Web Dashboard ECU:
A. Kelompok Motor Injeksi Modern (Sistem Banyak Tonjolan)
Sistem ini menggunakan pola gerigi roda dengan area kosong (missing teeth) sebagai penanda titik acuan utama (TMA) [CDI:213].
Nama Sepeda MotorTotal Titik GigiGigi Hilang (-)Sudut Acuan (° STMA)Keterangan Fisik / Jenis Magnet
Honda Beat FI12340Pola 12-3 (9 Tonjolan fisik, 3 Celah kosong berurutan).
Yamaha Vixion / R15 / MX King12160Pola 12-1 (11 Tonjolan fisik, 1 Celah kosong) [CDI:213].
Honda CB150R / CBR150R / Sonic12260Pola 12-2 (10 Tonjolan fisik, 2 Celah kosong berurutan).
Kawasaki Ninja 250 FI (2 Silinder)24250Pola 24-2 (Akurasi tinggi kelipatan 15 derajat per gigi).
Catatan Otomotif: Rumus dasar kalkulasi resolusi sudut derajat per gigi pada sistem di atas adalah:
Sudut Per Gigi = 360 / Total Titik Gigi [CDI:213]

B. Kelompok Motor Karburator Lama (Sistem Satu Tonjolan Tunggal)
Sistem ini menggunakan satu tonjolan besi luar magnet (Single Pickup / Single Tooth) konvensional [CDI:211, 213]. Kunci utama mengaktifkan mode ini pada program ECU universal adalah mengatur nilai Gigi Hilang ke angka 0.
Nama Sepeda MotorTotal Titik GigiGigi Hilang (-)Sudut Acuan (° STMA)Panjang Fisik Tonjolan Asli
Yamaha Mio (Karburator)1057.5Tonjolan panjang standar pabrik 57.5 mm.
Honda Tiger / MegaPro / GL-Pro1053Tonjolan panjang standar pabrik 52 mm.
Yamaha Jupiter Z / Vega R (5TP)1038Tonjolan sedang standar pabrik 30 mm.
Suzuki Shogun 110 / Shogun 1251035Tonjolan pendek standar pabrik 14 mm.
Yamaha RX-King1031Motor 2-Tak, tonjolan pendek standar pabrik 14 mm.
Honda Supra X 100 / Grand / Win1030Tonjolan sangat pendek standar pabrik 11.5 mm.

Prosedur Penting Pemasangan & Kalibrasi ECU:
  1. Siklus Reboot Memori: Setiap kali selesai mengubah konfigurasi angka di atas melalui Web Dashboard, pengguna wajib mematikan kunci kontak motor (Power OFF) selama 3 detik, lalu menghidupkannya kembali (Power ON). Langkah ini wajib agar mikrokontroler melakukan penyegaran fungsi data (fresh boot) dan memuat ulang data parameter baru dari memori flash internal (Preferences/EEPROM).
  2. Celah Sensor (Sensor Gap): Pastikan jarak mekanis antara ujung sensor pulser dengan permukaan besi tonjolan magnet berada di rentang 0.5 mm hingga 0.8 mm. Jika jaraknya terlalu renggang (di atas 1 mm), sensor akan mengalami loss signal (gagal hitung gigi) saat mesin dipaksa berputar pada RPM tinggi di atas 7.000 RPM.
  3. Pemberantas Noise (EMI Filter): Penggunaan busi bertipe Resistor (Kode R) dan cop/cangklong busi yang memiliki resistor internal 5k Ohm adalah syarat mutlak, agar gelombang elektromagnetik percikan api busi tidak mengacaukan ritme penghitungan gigi digital pada pin interupsi ECU.

TAGS/LABEL BLOGGER (Rekomendasi):
#ECU_Custom #Automotive_Electronics #Arduino_Otomotif #Trigger_Wheel #ESP32_ECU #Bengkel_Injeksi